Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sejak Tahun Akademik 1983/1984 UIN Sunan Kalijaga merintis pendidikan formal bagi para sarjana yang ingin memperoleh gelar Magister dan Doktor. Rintisan ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 26 tahun 1983 yang ditetapkan kembali dengan 

Keputusan Menteri Agama No. 208 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Agama No. 95 Tahun 1999.  Keputusan Menteri Agama No. 208 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Agama No. 95 Tahun 1999.  Pada Tahun Akademik 1985/1986 untuk pertama kalinya Program Pascasarjana melahirkan lulusan Magister dan mulai saat itu pula dilaksanakan kegiatan perkuliahan Program Doktor (S3).

Program Studi Magister (S-2)

Program studi Agama dan Filsafat (AF) mulai diselenggarakan pada tahun 1983 berdasarkan SK Menteri Agama No. 26 Tahun 1983 tertanggal 16 Maret 1983. Program studi Hukum Islam (HI) mulai diselenggarakan pada tahun 1998. Secara yuridis penyelenggaraan program studi ini berdasarkan SK Menteri Agama No. 95 Tahun 1999 tertanggal 31 Maret 1999.
Program studi Pendidikan Islam mulai diselenggarakan pada tahun 1983 berdasarkan SK Menteri Agama No. 26 Tahun 1983 tertanggal 16 Maret 1983. Program studi Interdisciplinary Islamic Studies (IIS) merupakan salah satu program pada Program Pascasarjana (PPs) UIN Sunan Kalijaga sebagai bentuk kerjasama antara UIN (IAIN) Sunan Kalijaga dengan McGill University Canada. Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies (IIS) mulai diselenggarakan pada tahun 2003.
Program Studi Doktor (S-3)

Program Doktor (S3) Ilmu Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mulai diselenggarakan pada 1983. Penyelenggaraan program tersebut berdasarkan pada Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 26 Tahun 1983 tertanggal 16 Maret 1983 Tentang Pembukaan Fakultas Pascasarjana dan Pendidikan Doktor pada Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga di Yogyakarta.
Keputusan ini kemudian disempurnakan dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 208 Tahun 1997 tertanggal 19 Mei 1997 tentang Penetapan Kembali Penyelenggaraan Program Pasca Sarjana Magister (S2) dan Doktoral (S3) Bidang Ilmu Agama Islam
Akademik
Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga

Beban studi komulatif Program Magister (S2) sebanyak 42 SKS setelah Program Sarjana (S1). Beban studi komulatif Program Doktor (S3) adalah 40 SKS setelah Program Magister (S2), atau menurut ketentuan yang ditetapkan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Masa studi program Magister (S2) antara 4 (empat) sampai dengan 8 (delapan) semester setelah program Sarjana (S1). Masa Studi Program Doktor (S3) antara 4 (empat) semester sampai dengan 12 (dua belas) semester setelah Program Magister (S2).
Perpustakaan
Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga


Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga mempunyai fasilitas yang menunjang pendidikan berupa perpustakaan yang representatif.
Gedung Perpustakan: Ruang ber-Ac, Layanan penelusuran informasi dengan format OPAC (On-line Access Catalog) dan CD ROM, Koleksi buku dan jurnal yang memadai sebagai referensi studi, layanan Tesis dan Disertasi dari Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri. OPAC (Online Public Access Catalouge) dapat di akses pada halaman website ini.
Untuk Ciptakan Harmonisasi Kehidupan Beragama, Hadis-Hadis Konfrontatif Perlu Dikritisi Lagi PDF Print E-mail
Monday, 02 April 2012 15:30

Drs. H. Wasman, MA., (53 tahun) mengatakan, hadis-hadis yang memaparkan pelaknatan Allah SWT terhadap kaum Yahudi dan Nasrani, larangan mengucap salam dan perintah Allah SWT untuk memerangi Kaum Yahudi dan Nasrani, bila dimanai secara tekstual akan menimbulkan disharmonisasi hubungan sosial umat Muslim dengan pemeluk agama Yahudi dan Nasrani. Hal ini sesungguhnya bertentangan dengan ruh al-Qur’an, Sunah Nabi dan kebenaran ilmiah. Perlu adanya metode pemaknaan hadis secara kontekstual, agar yang dicontohkan pada masa kehidupan Nabi Muhammad SAW, terkait dengan  penghargaan Rosulullah terhadap umat beragama lain tetap terimplementasi pada era modern ini.

Selengkapnya

 

 
Fatwa MUI Era Reformasi Banyak Yang Tidak Valid PDF Print E-mail
Friday, 23 March 2012 00:00

Bahrul Ulum (41 tahun) mengatakan, hasil beberapa penelitian dan penilaian dari sebagain kalangan barat menunjukkan, bahwa demokrasi merupakan sistem terbaik yang bisa diterapkan di Indonesia, dibanding sistem pemerintahan yang lain. Namun kenyataannya, sistem demokrasi yang sudah diterapkan sekian lama ini di Indonesia belum diterima sepenuh hati oleh seluruh komponen di negeri ini. Terutama oleh sebagian kalangan pemeluk Islam, yang masih menganggap demokrasi adalah produk Barat yang tak sejalan dengan nilai-nilai Islam.

selengkapnya

 
Ulang Tahun Program Pascasarjana PDF Print E-mail
Thursday, 08 March 2012 14:45

Dalam rangka mensyukuri kelahiran yang ke 29, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan:

1. Turnamen Futsal: Sabtu - Ahad, 10-11 Maret 2012

2. Jalan Sehat: Sabtu, 17 Maret 2012

3. Tasyakuran & Ramah Tamah: Sabtu, 17 Maret 2012

4. Seminar Internasional: April 2012

 
Pemikiran Sosial Islam Ibn Khaldun Cikal Bakal Ilmu Sosiologi PDF Print E-mail
Wednesday, 01 February 2012 00:00

Drs. Moh. Pribadi, MA., M. Si., (53 tahun) mengatakan, Ibn. Khuldun bisa dikatakan sebagai orang pertama yang merintis ilmu sosial lima abad sebelum renaisance. Diskripsi  Ibn. Khuldum yang didasarkan pada fakta sosial menunjukkan bahwa gagasan keilmuan  yang dibangunnya senantiasa didasarkan pada data empiris, yang dikemudian hari dikenal dengan istilah madzhab positivistis. Lebih Indahnya lagi, gagasan-gagasan pemikiran Ibn. Khuldun selalu mengkaitkan relevansinya dengan al Qur’an dan Hadis sebagai doktrin agama. Sementara, gagasan keilmuan sosial Ibn. Khuldum didasarkan pada analisisnya yang mendalam tentang kehidupan masyarakat Badui dan Hadlar. Hasil Analisis Ibn. Khuldum menunjukkan bahwa, Masyarakat Nomad Badui memiliki struktur dan kekhususan sosial seperti; kedekatan dengan kebajikan, kehangatan jalinan, dan keseragaman. Masyarakat Hadlar memiliki stuktur dan kekhususnnya seperti pluralis, prakmatis dan hedonis. Dari sisi gaya hidup, masyarakat Badui tampak lebih dinamis, daripada masyarakat Hadlar. Badui diwarnai oleh cara hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain (harakah daimah) yang membuatnya menjadi cerdas dalam menyusun visi, misi, program dan target yang akan dicapai dalam kehidupan. Kekhasan Badui juga tercermin dalam kesiapan perbekalan hidup, yang tidak dimiliki oleh masyarakat Hadlar. Karena masyarakat Hadrar hanya disibukkan dengan kemakmurannya, dengan aktifitas pembangunan kota dan pendirian masyarakat sipil.

Selengkapnya...

 
Ritual Nelayan Mandar: Penyatuan Tradisi Lokal dengan Islam PDF Print E-mail
Wednesday, 18 January 2012 13:21

Nelayan Mandar memiliki ritual laut, yang terkait dengan penghidupannya di laut, kepercayaannya terhadap penguasa alam semesta (Allah SWT), alam gaib dan hal-hal yang membahayakan di laut. Tuhan dan alam gaib menjadi pusat dari pelaksanaan ritual. Nabi khidir direpresentasikan sebagai penguasa laut. Tujuan utama dari ritual nelayan Mandar adalah untuk mendapatkan rezeki yang memadahi, perlindungan dari Tuhan agar terhindar dari bahaya laut (kawao, badai, hantu laut dan sebaginya). Demikian juga untuk mendapatkan barokah dari Allah SWT. Ritual dibagi 3: Ritual konstruksi (ritual pembuatan perahu hingga penurunan awal perahu ke laut). Ritual produksi (ritual sebelum melaksanakan pekerjaan melaut). Ritual distribusi (berupa upacara syukuran hasil tangkapan dan ritual syukuran awal bulan ramadhan).

Selengkapnya

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4