Studium Generale
Knowledge Production, Culture, and Law in The Muslim World
International Conference & Workshop
“Revisiting the Concept of Integration between Islam and Sciences and the Development of Graduate Studies at Indonesian Islamic Universities”
Call for Papers
Joint Seminar Pascasarjana-RSIS
Call for Papers
a Joint Seminar on Islamic Knowledge dan Culture in Southeast Asia
Beasiswa S2
Informasi PMB
Penerimaan Mahasiswa Baru 2017

(04-01-2017) Ikatan Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (IKMP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan pelantikan pengurus baru pada hari Rabu 4 Januari 2017 bertempat di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pengurus baru IKMP masa bakti 2016-2017 dilantik oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Pelantikan berlangsung cukup meriah karena dihadiri oleh beberapa undangan dari luar UIN Sunan Kalijaga dan alumni Pascasarjana. Hadir dalam kegiatan ini tak kurang dari 90 orang peserta.

 Ketua IKMP masa bakti 2016-2017 Moh. Mursid dalam sambutannya menyatakan bahwa pengurus  IKMP UIN SUKA mempunyai mimpi untuk menyetarakan kualitas Pascasarjana UIN SUKA dengan kampus-kampus ternama di Indonesia bahkan bisa go Internasional. Beberapa kegiatan ilmiah yang sudah dilaksanakan oleh IKMP salah satunya adalah Saturday Morning Lecture yang rutin diselenggarakan setiap satu minggu sekali. Kegitan ini menghadirkan para praktisi dan dosen yang berkompeten dalam bidangnya, bahkan di akhir tahun 2016 ini IKPM mengadakan Graduate Forum se-Indonesia, yang mendapat dukungan penuh dari Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Salah satu penasihat IKMP yang juga mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Pascasarjana se-Indonesia, Dr. Mustadin Sagala, S.Psi., M.Si. Dalam sambutannya Mustadin menjelaskan bahwa IKMP berbeda dengan organisasi mahassiwa S1. Kalau mahasiswa S1 lebih cenderung pada gerakan politis, tetapi mahasiswa Pascasarjana lebih pada penguatan akademik. Dosen dan sekaligus Ketua Prodi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN SUKA ini juga memaparkan, bahwa “pelantikan ini adalah pelantikan termewah di organisasi Himpunan Mahasiswa Pascasarjana yang pernah ada di Indonesia” tuturnya. Pengurus IKMP UIN SUKA sangat cerdik, karena dengan terbatasnya pendanaan tapi mampu menyelenggarakan pelantikan dengan acara yang cukup mewah. Tanpa harus mengeluarkan anggaran sepeser pun, dapat terlaksana pelantikan dengan menangkap peluang acara di Pascasarjana yang dirangkaikan dengan Bedah Buku maupun seminar-seminar Pascasarjana.

Mantan aktifis yang berasal dari suku Bugis Sulawesi Selatan itu juga tak lupa meminta kebijakan dari Prof. Yudian Wahyudi selaku Rektor UIN SUKA dan Prof. Noorhadi Direktur Pascasarjana UIN SUKA agar kiranya dapat mempertimbangkan anggaran khusus untuk IKMP UIN SUKA. Sebagai gambaran bahwa Ikatan Mahasiswa Pascasarjana di kampus lain mendapat kucuran memilki anggaran yang cukup dari universitas. Ada kampus yang memberikan anggaran paling tidak sampai 75.000.000,- bahkan berapapun jumlah yang diajukan sesuai proposal. Permintaan Dr. Mustadin disambut dengan bahagia dan penuh sorak senda gurau oleh Pengurus IKMP UIN SUKA, karena pendanaan ini sangatlah penting untuk menunjang keberlangsungan Program Kerja IKMP UIN SUKA.

Direktur Pascasarjana, Prof. Noorhadi dalam sambutannya lebih kepada mengulas perkembangan IKMP UIN SUKA yang lebih menggeliat pada dua tahun belakangan ini. Pembina IKMP UIN SUKA ini sangat mendukung kegiatan-kegiatan IKMP UIN SUKA  bahkan kegiatan Graduate Forum berskala Nasional yang terlaksana di tahun 2016 akan terus didorong di tahun yang akan datang menjadi Internasional. Minimal diawali pada level Asia, pungkasnya dengan penuh optimistis.

 Sambutan terakhir, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Yudian Wahyudi, Ph.D. memberikan bimbingan dan arahan berbanggalah menjadi mahasiswa yang di bawah naungan Kementerian Agama. Karena mahasiswa atau alumni di bawah naungan Kementerian Agama memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi di bawah naungan DIKTI. Kementerian Agama memiliki banyak pesantren dan madrasah yang mengajarkan santri dan muridnya Bahasa Arab. Penguasaan bahasa inilah yang menjadi daya saing tersendiri. Kita mampu menyeberang jalur dengan Bahasa Arab, sedangkan mereka hanya mampu satu bahasa saja. Rektor juga memberikan dukungannya kepada mahasiswa  Pascasarjana UIN SUKA. Dukungan ini adalah pemberian beasiswa kursus Bahasa bagi mahasiswa/alumni terbaik. Pemberian beasiswa akan dilakukan sangat selektif dan terbuka bagi semua angkatan di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Demikian janji Rektor menutup sambutannya.

Paripurna rangkaian Pelantikan Pengurus IKMP, acara dilanjutkan dengan Launching  Buku dan Diskusi Publik. Diskusi buku ini menghadirkan  Dr. Sophia Rose Arjana dan Dr. Phil. Al Makin yang mempresentasikan buku karnya meraka dari hasil penelitian yang dilakukan. Diskusi ini dipandu oleh Najib Kailani, Ph.D.

Rose Arjana akan merilis buku barunya yang berjudul “Pligrimage in Islam yang rencanya akan dipublish pada Juli 2017, sedangkan Al Makin memaparkan bukunya yang berjudul  Challenging Islamic Ortodoxy”. Al Makin dalam presentasinya menjelaskan banyak kategori yang harus dimilki jika ingin disebut sebagai Nabi di antaranya adalah mengaku sebagai Nabi dan memiliki followers. Salah satu tokoh yang ditulis dalam bukunya, Al Makin menyebut Abdurrahman yang mengaku sebagai Reinkarnasi Rasulullah.

Banyak pertanyaan dan tanggapan dalam diskusi tersebut dan peserta cukup antusias memberikan respons dan pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber. Diskusi berakhir pada dan berakhir pada pukul 13.28 WIB.

Kontributor: Sultriana (S2 SARK UIN Suka)