Promovendus

:

Damanhuri, S.Ag., M.Ag (1130010011)

Judul Disertasi

:

KIAI, KITAB DAN HUKUM ISLAM (Relasi Kuasa Teks dan Otoritas Keagamaan di Sumenep, madura.

Promosi

:

Kamis, 29 Agustus 2019, Pukul: 13.00 - 14.30 WIB.
Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
     

Promotor

:

1. Prof. Dr. H. Faisal Ismail, M.A.
2. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag.
                                         

Penguji

 

:

 

1. Prof. Noorhaidi, M.A., M.Phil., Ph.D                                 
2. Prof. Dr. H. Susiknan Azhari, M.A.                                                      
3. Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si.             
4. Dr. Fathorrahman, S.Ag., M.Si.                   

 

Abstraksi

 

:

 

Kiai sebagai figur utama dalam menerjemahkan dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada umat meniscayakan suatu kemampuan yang mumpuni dalam mengakses teks-teks otoritatif dalam agama itu sendiri. Bahkan tidak cukup hanya memiliki kemampuan pengetahuan tersebut, seorang kiai juga disyaratkan memiliki sanad keilmuan yang jelas dari hulu hingga hilir untuk autentikasi keabsahan pengetahuan yang dimilikinya. Kombinasi antara kemampuan mengakses teks-teks otoritatif dan sanad keilmuan yang mutawatir tersebut menghasilkan karya-karya keilmuan berupa kitab sebagai sebuah capaian pelengkap identitas keulamaan seorang kiai. Sejumlah 194 karya kitab dalam kurun waktu 2017 yang dihasilkan oleh kiai Sumenep Madura menjadi isu utama dalam penelitian disertasi ini dengan mengaitkannya dengan otoritas keagamaan. Dengan argumentasi bahwa produksi karya kitab ini memiliki relasi kuasa dengan tradisi keilmuan yang sudah terbangun dari satu generasi ke generasi lainnya melalui suatu praktik diskursif hingga akhirnya konstruksi otoritas keagamaan menjadi suatu yang niscaya.

Atas dasar latar belakang di atas, disertasi ini ingin memfokuskan pada beberapa hal penting, yaitu: (1) Bagaimana relasi kuasa antara teks dan kiai di Sumenep Madura? (2) Mengapa relasi-kuasa tersebut melahirkan otoritas keagamaan di Sumenep, Madura? Dan (3) Bagaimana implementasi otoritas keagamaan terhadap wacana hukum Islam di Sumenep Madura?