Dilihat 0 Kali

001_512_DSC07314.png

Jumat, 15 Mei 2026 22:40:00 WIB

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Gelar Dissertation Talk, Bahas Strategi dan Kualitas Penyelesaian Doktoral

Yogyakarta - Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan sesi diskusi akademik bertajuk Dissertation Talk pada Rabu 13 Mei 2026 pukul 13.00 WIB di Aula Pascasarjana. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Graduate Conference yang diselenggarakan sejak sehari sebelumnya.

Dimoderatori oleh Dr. phil. Munirul Ikhwan, forum ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan mahasiswa doktoral, yakni Hijrian Angga Prihantoro dan Anisa Fitri Amaliah. Keduanya memaparkan tantangan teknis, proses bimbingan, serta strategi penyelesaian disertasi di hadapan para peserta konferensi.

Dalam pemaparannya, Hijrian Angga Prihantoro yang meneliti bidang ushul fikih membagikan pandangannya mengenai proses penyelesaian disertasi. Ia mengakui bahwa masa studinya berlangsung cukup panjang. Namun, menurutnya, lamanya masa studi merupakan sebuah pilihan. Ia mengambil pilihan itu secara sadar demi mencapai kualitas riset yang maksimal.

"Disertasi yang baik itu yang selesai, saya sepakat. Tapi disertasi yang sangat baik itu ditulis tidak dengan buru-buru dan cepat-cepat. Jadi ini pilihan," ujar Hijrian.

Dalam kesempatan tersebut, Hijrian membagikan strategi penulisan pendahuluan disertasi. Ia menjelaskan bahwa paragraf pertama harus berfungsi sebagai argumentasi utama yang mengantarkan pembaca pada variabel penelitian. Paragraf-paragraf berikutnya digunakan untuk menjelaskan masing-masing variabel, memetakan perdebatan para sarjana, mengidentifikasi celah penelitian, dan pada akhirnya menunjukkan kontribusi akademik yang ditawarkan penulis.

Hijrian juga menyoroti pentingnya penggunaan sumber primer berbahasa asing, khususnya Arab dan Inggris, untuk memperkuat kualitas argumentasi sekaligus meminimalkan tingkat kemiripan naskah. Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 300 referensi yang digunakan dalam disertasinya, hanya tiga yang berasal dari sumber berbahasa Indonesia.

Pada sesi selanjutnya, Anisa Fitri Amaliah, mahasiswi Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) yang meneliti geografi moral perempuan jemaah tablig di Bandung, menyoroti pentingnya pengelolaan beban domestik dan dukungan lingkungan sekitar bagi mahasiswi yang telah berkeluarga. 

"Saya menyadari betul bahwa support system itu hal yang sangat penting terutama jika memiliki anak," terang Anisa. Ia menambahkan, yang paling berat dari menempuh pendidikan S3 adalah menjaga endurance atau daya juang.

Annisa mengenang pasang surut semangatnya revisi naskah. Saat tengah proses akademik yang berat, Anisa juga harus menjalani fase penting dalam hidupnya, mulai dari kehamilan, melahirkan, hingga mengasuh anak, yang menuntut kemampuan untuk menyeimbangkan peran sebagai akademisi, istri, dan ibu.

Meski demikian, ia memilih tidak menyerah. Ia menceritakan bagaimana dirinya memanfaatkan berbagai cara untuk tetap terhubung dengan literatur akademik, termasuk mendengarkan audiobook saat melakukan pekerjaan rumah tangga. Menurutnya, kemampuan mengatur waktu dan menentukan prioritas menjadi kunci untuk tetap produktif di tengah berbagai peran yang dijalankan.

Dukungan pasangan, keluarga, teman, dan lingkungan akademik menjadi faktor penting yang memungkinkan seseorang bertahan menghadapi tekanan studi doktoral. Ia juga mengapresiasi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang menyediakan layanan pendampingan psikologis bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan emosional selama masa studi.

Kisah Hijrian maupun Anisa menunjukkan bahwa perjalanan doktoral bukan sekadar soal kemampuan akademik. Ketekunan menghadapi revisi, kemampuan mengelola tekanan hidup, keterbukaan terhadap kritik, serta dukungan dari lingkungan sekitar menjadi faktor yang sama pentingnya dalam menyelesaikan disertasi. Sesi Dissertation Talk ini pun menjadi pengingat bahwa di balik setiap disertasi yang selesai, terdapat proses panjang yang membentuk ketangguhan intelektual sekaligus kematangan pribadi. 

Baca Juga: Membaca Sulawesi sebagai Pusat Produksi Pengetahuan Islam di Indonesia Timur