Dilihat 0 Kali

001_362_bib 23 september.png

Selasa, 15 September 2026 11:32:00 WIB

Direktur Diktis Ajak Penerima Beasiswa BIB Serius Menempuh Studi dan Mengembangkan Diri

Yogyakarta – Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, mengajak para penerima beasiswa di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memanfaatkan kesempatan studi dengan sebaik-baiknya. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Monev Program Beasiswa BIB Kemenag RI dengan Direktur Diktis yang berlangsung di Aula Pascasarjana pada Senin, 14 September 2026.

Dalam penyampaiannya, Prof. Sahiron menekankan pentingnya rasa syukur atas kesempatan memperoleh beasiswa dan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan, serta kontribusi nyata bagi sesama.

Ia mengingatkan bahwa beasiswa merupakan kesempatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan keseriusan dalam menjalani proses akademik, menyelesaikan studi sesuai target, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Jangan sia-siakan waktu yang kita miliki untuk studi di S2 maupun S3. Manfaatkan sebaik mungkin, belajar sebaik mungkin, karena manfaatnya akan dirasakan pada masa mendatang,” pesan Prof Sahiron.

Dorong Mahasiswa Aktif Menulis dan Menghasilkan Publikasi Ilmiah

Prof. Sahiron juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan lingkungan akademik Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dengan aktif berdiskusi bersama dosen, memperluas wawasan keilmuan, serta mengembangkan kemampuan penelitian dan penulisan akademik.

Ia membagikan pengalaman studinya ketika memperoleh beasiswa, termasuk bagaimana tugas-tugas perkuliahan dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional. Pengalaman tersebut menjadi contoh bahwa proses belajar di kelas dapat menjadi awal bagi lahirnya karya ilmiah yang lebih luas manfaatnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kebiasaan membaca, menulis, melakukan penelitian, dan memperbaiki kualitas karya secara berkelanjutan. Kesempatan belajar bersama para akademisi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas intelektual dan mempersiapkan diri menjadi ilmuwan maupun cendekiawan.

“Manfaatkan dosen-dosen yang hebat untuk berdiskusi dan menulis artikel secara serius. Tunjukkan bahwa kalian adalah orang-orang yang memiliki kualitas dan semangat untuk berkembang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sahiron turut menyoroti pentingnya kesiapan mahasiswa yang akan melanjutkan studi melalui program double degree maupun program pendidikan internasional lainnya.

Ia mengingatkan bahwa kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Arab, perlu terus ditingkatkan. Mahasiswa diharapkan membiasakan diri menggunakan bahasa asing dalam diskusi, presentasi, dan kegiatan akademik agar lebih siap menghadapi lingkungan pendidikan internasional.

Selain itu, ia menyampaikan pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan kerja sama internasional. Penguatan kapasitas akademik diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen Indonesia untuk tidak hanya menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi juga berkontribusi sebagai pengajar dan akademisi di tingkat global.

Prof. Sahiron juga menekankan bahwa pengembangan diri tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian jabatan tertentu. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi ilmuwan dan intelektual yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa jika ada persoalan akademik sebaiknya segera dikomunikasikan dan didiskusikan agar dapat ditemukan solusi yang tepat. Mahasiswa tidak perlu menghadapi kesulitan sendirian, terutama ketika berkaitan dengan proses pembelajaran, penelitian, maupun penyelesaian tugas akademik.

Kesabaran, ketekunan, dan semangat belajar juga menjadi hal penting yang perlu dijaga selama menempuh pendidikan. Mahasiswa diharapkan mampu menghadapi tantangan akademik dengan terus membaca, memperdalam pemahaman, serta terbuka terhadap arahan dan masukan dari dosen.

Menutup penyampaiannya, Prof. Sahiron mengajak seluruh penerima beasiswa untuk menjalani studi secara sungguh-sungguh dan menyelesaikannya sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Ia berharap para mahasiswa dapat tumbuh menjadi pribadi berkualitas yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat, lembaga tempat mereka berkarya, dan bangsa Indonesia.

Sebelum acara bersama Prof Sahiron, mahasiswa Double Degree angkatan baru menjalani tes wawancara bersama para pimpinan Pascasarjana. Wawancara dimaksudkan untuk mengetahui lebih lanjut kemampuan bahasa asing para penerima beasiswa. Sementara mahasiswa Double Degree angkatan sebelumnya, mengikuti kelas DD preparation sebagai bagian persiapan para mahasiswa yang berangkan ke SOAS University 19 September nanti.