Yogyakarta — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa magister(S2) dan doktor (S3) untuk berpartisipasi dalam Graduate Conference 2026 yang akan diselenggarakan pada 12–13 Mei 2026 di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Mengusung tema “Reconfiguring Islamic Tradition: Authority, Circulation, and Contemporary Engagements”, konferensi ini bertujuan untuk menghadirkan ruang akademik bagi generasi peneliti muda dalam mendiskusikan dinamika tradisi Islam sebagai entitas yang terus berkembang dan bertransformasi.
Dalam perkembangan kajian mutakhir, tradisi Islam tidak lagi dipahami sebagai sesuatu yang statis, melainkan sebagai konstruksi historis yang dinamis. Tradisi tersebut terbentuk melalui proses panjang transmisi, interpretasi, dan perdebatan, serta selalu berkaitan erat dengan otoritas keilmuan dan sosial. Sejak periode awal Islam hingga era kontemporer, berbagai bentuk tradisi—baik tekstual maupun praktik keagamaan—senantiasa mengalami proses negosiasi dan reinterpretasi sesuai dengan konteks zamannya.
Kajian sejarah menunjukkan bahwa tradisi Islam berkembang melalui proses kanonisasi, pembentukan otoritas interpretatif, serta jaringan ulama yang luas. Tradisi ini tidak pernah benar-benar “tertutup”, melainkan terus bergerak melalui praktik diskursif yang membentuk ortodoksi, mengelola perbedaan, dan menjaga stabilitas makna. Dalam kerangka ini, tradisi Islam dapat dipahami sebagai tradisi diskursif yang selalu terbuka terhadap perdebatan dan pembacaan ulang.
Lebih jauh, tradisi Islam juga mengalami proses sirkulasi lintas wilayah yang sangat luas. Dari Timur Tengah ke Afrika Utara, hingga Asia Selatan dan Asia Tenggara, teks, gagasan, dan aktor keilmuan bergerak melintasi batas geografis dan budaya. Proses ini melahirkan beragam ekspresi Islam yang mencerminkan konteks lokal sekaligus memperkaya khazanah global Islam.
Di era kontemporer, dinamika tersebut semakin kompleks dengan hadirnya teknologi digital. Media sosial dan platform digital telah mengubah cara pengetahuan Islam diproduksi, disebarkan, dan diotorisasi. Hal ini juga melahirkan aktor-aktor baru dalam otoritas keagamaan, sekaligus membuka ruang publik keagamaan yang lebih luas. Di sisi lain, pendekatan seperti digital humanities menawarkan peluang baru dalam menganalisis teks, jaringan intelektual, dan pola transmisi dalam tradisi Islam.
Tidak hanya itu, tradisi Islam kini juga semakin dihadirkan dalam merespons berbagai isu global, seperti krisis lingkungan, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga sumber nilai yang terus diaktualisasikan dalam kehidupan modern.
Melalui konferensi ini, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga mengundang kontribusi akademik yang mengeksplorasi tradisi Islam sebagai entitas yang historis, kontekstual, dan terus berkembang, dengan perhatian khusus pada aspek otoritas, sirkulasi, serta relevansinya di masa kini.
Adapun bidang kajian yang dapat diajukan meliputi:
- Islamic Studies
- History of Muslim Societies
- Sociology of Islam
- Anthropology of Muslim Societies
Bagi mahasiswa pascasarjana yang berminat, dapat mengirimkan abstrak berupa judul, deskripsi maksimal 250 kata, serta biodata singkat melalui email info.pasca@uin-suka.ac.id.
Berkas paling lambat diterima 17 April 2026. Acara ini bersifat Gratis dan merupakan hasil kerja sama antara Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Universitas Brawijaya, dan Leiden University.