YOGYAKARTA – Mengawali semangat kerja di bulan Syawal,
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pembinaan
Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yang dirangkaikan dengan agenda
Syawalan keluarga besar.
Dalam penyampaiannya, Prof. Ichwan menekankan bahwa esensi Syawalan bukan sekadar seremoni saling bermaafan, melainkan titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik.
"Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Melalui momentum ini, kita harapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki energi baru untuk membawa Pascasarjana semakin unggul dan kompetitif," ujar Prof. Ichwan.
Hal senada disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Noorhaidi turut memberikan apresiasi atas dedikasi para pegawai.
Beliau mengingatkan bahwa tenaga pendidik dan kependidikan adalah tulang punggung universitas dalam mencapai visi rekognisi global. Transformasi menuju universitas berkelas dunia memerlukan integritas dan kolaborasi yang solid dari seluruh lini.
Dalam sambutannya yang penuh apresiasi, Rektor UIN Sunan Kalijaga memaparkan berbagai capaian prestisius yang berhasil diraih kampus sepanjang tahun ini. Beliau menyampaikan bahwa kerja keras seluruh lini telah membuahkan hasil nyata dengan bertahannya status Akreditasi Unggul secara institusi.
Pembinaan Bersama Prof. Dr. Mujiburrahman
Puncak acara diisi dengan sesi pembinaan yang menghadirkan
narasumber pakar, Prof. Dr. Mujiburrahman (Direktur Pascasarjana UIN Antasari
Banjarmasin). Dalam paparannya, Prof. Mujiburrahman mengupas tuntas mengenai
pentingnya pengembangan kapasitas SDM di era pendidikan tinggi yang dinamis.
Beliau menekankan bahwa profesionalisme harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai spiritualitas. Tenaga pendidik dan kependidikan diharapkan tidak hanya cakap secara administratif dan teknis, tetapi juga memiliki empati dan komitmen tinggi dalam melayani mahasiswa.
Beliau juga menyatakan bahwasanya prestasi besar tidak akan bertahan tanpa adanya sifat Istiqomah (konsistensi) sebagai sarana untuk menjaga ritme integritas, dedikasi, baik saat diawasi maupun tidak.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan tradisi bersalam-salaman (mushafahah). Suasana hangat menyelimuti aula saat jajaran pimpinan dan staf saling memaafkan, memperkuat komitmen untuk menjaga tren positif prestasi UIN Sunan Kalijaga di kancah Internasional. (Naomi)