Dilihat 0 Kali

001_771_naf.jpg

Jumat, 02 Oktober 2026 15:33:00 WIB

Milestone Mahasiswa S2 ITMS: Perjalanan Akademik dan Kolaborasi Internasional di Australia

Australia - Mendapatkan kesempatan tergabung dalam tim riset penelitian kolaboratif internasional dengan Australian Catholic University (ACU), menjadi fase penting dalam perjalanan akademik saya. Penelitian ini merupakan research grant 2026 yang didanai Kemenag lewat sistem Litapdimas yang dikelola oleh LPPM UIN Sunan Kalijaga. 

Keterlibatan saya dalam penelitian ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan diri dan perjalanan menuju keberlanjutan karir akademik.


Kerja sama penelitian yang diketuai oleh Prof. Fatimah Husein ini mengangkat isu human flourishing, sebuah tema yang dalam beberapa waktu terakhir semakin banyak diperbincangkan dalam berbagai kajian akademik.

Sebagai bagian dari rangkaian penelitian, tim kami berkesempatan mengunjungi Australian Catholic University (ACU) di Melbourne. Kunjungan tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026. 

Setibanya di sana, tim peneliti disambut oleh Michael Champion, Acting Director, Institute for Religion and Critical Inquiry sekaligus Associate Dean (Research), Theology and Philosophy, bersama sejumlah akademisi ACU. Pertemuan ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik internasional.

Perjalanan akademik di Australia kemudian berlanjut ke Canberra melalui agenda “Indonesia Update 2026” yang diselenggarakan di Australian National University (ANU). Rangkaian kegiatan ini diawali dengan International Colloquium bertajuk “The Futures of Indonesian Islam” pada Kamis, 17 September 2026.

Selanjutnya, main event Indonesia Update 2026 mengusung tema “Islamic Diversity in Indonesia” dan berlangsung selama dua hari di Coombs Lecture Theater, ANU. Forum tersebut membahas hubungan kompleks antara Islam dan pluralisme di Indonesia kontemporer dalam kaitannya dengan berbagai dinamika, antara lain politik, ekonomi, gender, pendidikan, dan budaya digital.

Indonesia Update merupakan konferensi yang prestisius dan tahun ini sudah memasuki acara ke-43. Banyak peneliti dan praktisi yang hadir dan mengisi seperti Fatimah Husein, Greg Fealy, Eva Nisa, Julian Millie, Farid F. Saenong, Sally White, Zainal Bagir, Sutan Emir Hidayat, dan masih banyak lagi. Acara yang berlangsung di kampus ANU Canberra juga dapat diakses pada kanal YouTube ANU Indonesia Project.


Pertemuan tersebut tidak hanya sebatas penyampaian hasil penelitian namun juga ruang diskusi dan kolaborasi bagi peneliti Indonesia, Australia, Singapura, Jepang, dan negara lainnya. Selain itu, saya juga berkesempatan untuk mengunjungi Melbourne University, Floriade, dan beberapa tempat menakjubkan lainnya di Australia. Berbagai pengalaman dan kegiatan akademik semacam ini sangat berharga bagi saya karena membuka wawasan baru dan semangat untuk terus belajar dan melanjutkan studi di luar negeri.