Yogyakarta — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga terus
memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas dan ketepatan waktu studi
mahasiswa melalui kegiatan monitoring progres akademik bagi mahasiswa Program
Magister (S2) dan Program Doktor (S3).
Kali ini, kegiatan monitoring dilakukan untuk para mahasiswa
program beasiswa Baznas. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan perkembangan
studi mahasiswa, khususnya dalam penyusunan tesis dan disertasi, sekaligus
mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi. Dalam forum tersebut, pimpinan
menekankan pentingnya sikap proaktif mahasiswa dalam menjalani proses akademik.
Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A. menegaskan bahwa monitoring ini merupakan mekanisme rutin untuk memastikan mahasiswa tetap berada pada jalur penyelesaian studi.
“Kami perlu mendapatkan gambaran yang utuh terkait progres
mahasiswa. Kunci utamanya adalah proaktif, tidak menunggu, dan berani
menyampaikan kendala yang dihadapi,” tegasnya, Jumat, 17 April 2026.
Hal senada disampaikan oleh Najib Kailani, Ph.D. yang menekankan urgensi publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan. Ia mengingatkan bahwa artikel ilmiah harus segera diselesaikan dan dipublikasikan agar mahasiswa dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya.
“Artikel itu penting. Jika tidak terbit,
mahasiswa tidak bisa mengikuti ujian. Maka harus segera dimulai dan diproses,”
ujarnya.
Progres Mahasiswa S2: Beragam, Namun Mayoritas On Track
Hasil monitoring menunjukkan bahwa progres mahasiswa S2
cukup beragam. Sebagian mahasiswa telah berada pada jalur yang tepat (on
track), dengan bimbingan tesis yang berjalan serta artikel ilmiah yang sudah
atau sedang dalam proses publikasi.
Namun, terdapat pula mahasiswa yang masih menghadapi kendala, seperti belum lulus tes bahasa (TOEFL/TOAFL), belum memulai bimbingan dengan dosen pembimbing, hingga belum menyusun artikel ilmiah secara optimal. Dalam hal ini, pimpinan mengingatkan agar mahasiswa segera mengambil inisiatif untuk memulai komunikasi dengan pembimbing dan menyusun rencana penyelesaian studi secara terukur.
Program Doktor: Target Ujian Pendahuluan dan Percepatan
Studi
Pada jenjang doktoral, Pascasarjana menargetkan mahasiswa
angkatan 2023 minimal telah mencapai tahap ujian pendahuluan (komprehensif) dan
didorong untuk segera menuju ujian tertutup.
Sebagian mahasiswa S3 telah menunjukkan progres signifikan,
seperti penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, hingga publikasi artikel
ilmiah di jurnal bereputasi. Namun, masih terdapat kendala yang dihadapi,
seperti keterlambatan komunikasi dengan promotor, hambatan pengumpulan data,
serta belum optimalnya penyusunan proposal.
Dalam arahannya, pimpinan menegaskan bahwa ujian komprehensif tidak harus menunggu penelitian lapangan selesai.
“Yang terpenting
adalah penguasaan peta kajian. Proposal dan kompre seharusnya sudah dicapai
pada semester tiga,” ujar Kaprodi S3 Dr. phil. Munirul Ikhwan, Lc., M.A..
Dalam forum tersebut juga disampaikan penegasan terkait standar publikasi ilmiah bagi mahasiswa doktor. Artikel yang diakui adalah yang terbit di jurnal bereputasi, seperti jurnal terindeks SINTA 1 atau Scopus serta tidak termasuk dalam kategori jurnal predator.
Mahasiswa juga diberikan fleksibilitas dalam publikasi, baik melalui jurnal internal maupun eksternal, dengan tetap memperhatikan ketentuan terkait keterlibatan promotor dan afiliasi institusi.
Melalui kegiatan monitoring ini, Pascasarjana UIN Sunan
Kalijaga menegaskan komitmennya untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan studi
tepat waktu dengan kualitas yang terjaga.
Proaktivitas, kedisiplinan, serta konsistensi dalam
bimbingan dan publikasi ilmiah menjadi kunci utama keberhasilan studi. Dengan
dukungan pembimbing dan sistem monitoring yang berkelanjutan, diharapkan
seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan studi sesuai target yang telah
ditetapkan.