Dilihat 0 Kali

001_556_monev DD.png

Minggu, 24 Mei 2026 15:09:00 WIB

Mahasiswa Double Degree BIB Pascasarjana UIN Suka Ikuti Monitoring dan Evaluasi

Yogyakarta — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bagi mahasiswa program Double Degree Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) pada Jumat, 22 Mei 2026. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Movev dihadiri 6 mahasiswa magister (S2) penerima Beasiswa Indonesia Bangkit program Double Degree antara School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London dan Ineterdisciplinary Islamic Studies (IIS) Pascasarjana UIN Suka.

Monev ini menjadi forum koordinasi sekaligus penguatan informasi terkait persiapan studi luar negeri, administrasi pembiayaan, hingga berbagai mekanisme pencairan dana beasiswa bagi awardee BIB. Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Hj. Siti Maria Ulfa, S.Pd.I., M.Si., selaku Ketua Tim Kerja Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Kementerian Agama RI.

Baca Juga: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Jadi Bagian Konsorsium Beasiswa Doktor Kemenag–ICRS 2026

Turut hadir pula Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, serta Sekretaris Program Studi S2 Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Dr. Subi Nur Isnaini, Lc., M.A. 

Dalam arahannya, Dr. Siti Maria Ulfa menyampaikan sejumlah penjelasan teknis terkait skema pembiayaan dan mekanisme administrasi program BIB. Ia menjelaskan bahwa settlement allowance dapat diajukan dalam dua tahap pencairan, yakni 50 persen sebelum keberangkatan dan 50 persen setelah mahasiswa tiba di luar negeri dengan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi seperti bukti visa, Letter of Acceptance (LoA), hingga dokumen imigrasi.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pengurusan tiket keberangkatan mahasiswa akan difasilitasi oleh Kementerian Agama melalui program BIB, sedangkan proses pendaftaran kampus luar negeri tetap menjadi tanggung jawab mahasiswa bersama pihak kampus.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Siti Maria Ulfa turut mengingatkan pentingnya kesiapan akademik para awardee. Ia menyebutkan bahwa sekitar 25 persen peserta program luar negeri sebelumnya gagal berangkat karena tidak memperoleh kampus tujuan. Karena itu, mahasiswa diminta lebih serius mempersiapkan proses aplikasi dan memenuhi seluruh persyaratan akademik yang dibutuhkan.

Ia juga menjelaskan bahwa mahasiswa program dual degree tidak dimungkinkan berpindah kampus di luar skema yang telah ditetapkan, yakni SOAS maupun University of Edinburgh. Apabila mahasiswa gagal berangkat ke luar negeri, maka skema studi akan dialihkan menjadi single degree di kampus Indonesia.

Dalam sesi diskusi, para mahasiswa turut menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pencairan living allowance, pengajuan dana seminar internasional, publikasi jurnal internasional, hingga mekanisme pendanaan tesis. Menurut penjelasan yang disampaikan, sistem pencairan dana BIB masih menggunakan mekanisme dua lapis antara Kementerian Agama dan LPDP sehingga kerap menyebabkan keterlambatan administrasi. Namun demikian, pihak penyelenggara memastikan proses pencairan bagi awardee luar negeri terus diupayakan lebih optimal.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga berharap mahasiswa penerima Beasiswa Indonesia Bangkit program double degree dapat lebih siap menjalani studi internasional, baik dari sisi akademik maupun administratif. 

Baca Juga: Graduate School of UIN Sunan Kalijaga Holds International Graduate Conference on Islamic Tradition