Dilihat 0 Kali

001_501_kunjungan mahad aly.png

Jumat, 18 September 2026 16:55:00 WIB

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Terima Kunjungan Ma’had Aly Madarijul Ulum Bandar Lampung, Bahas Peluang Lanjut Studi

Yogyakarta – Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menerima kunjungan tamu dari Ma’had Aly Madarijul Ulum, Bandar Lampung, pada Jumat, 18 September 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengenal lebih dekat Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, khususnya mengenai program studi, lingkungan akademik, sistem pembelajaran, serta peluang studi lanjut. Rombongan Ma’had Aly Madarijul Ulum datang sebanyak 34 orang yang terdiri atas 31 mahasantri semester lima dan tiga orang dosen pembimbing.

Kunjungan tamu disambut oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Ahmad Rafiq, Ph.D.; Kaprodi S3 Pascasarjana, Dr. Munirul Ikhwan, L.c., M.A.; Sekprodi S3, Dr. Nina Mariani Noor; serta Kaprodi S2, Dr. Najib Kailani, S.Fil.I., M.A., Ph.D.

Dalam sambutannya, Ahmad Rafiq, Ph.D. menyampaikan selamat datang kepada rombongan Ma’had Aly Madarijul Ulum. Ia menjelaskan bahwa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam dan telah berdiri sejak 1981.

Menurutnya, saat ini Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga memiliki dua program studi, yaitu Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies dan Program Doktor Studi Islam. Pengembangan keilmuan di Pascasarjana berangkat dari kajian Islam yang kemudian dikembangkan melalui pendekatan integratif dan interkonektif dengan berbagai disiplin ilmu.

Ia menambahkan bahwa proses pembelajaran di Pascasarjana terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran dikembangkan secara interaktif, holistik, integratif, kontekstual, tematik, kolaboratif, serta berpusat pada mahasiswa. Selain pembelajaran di kelas, Pascasarjana juga mengembangkan berbagai kerja sama internasional, penelitian, pertukaran mahasiswa, mobilitas akademik, konferensi, dan kuliah umum.

Ahmad Rafiq juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang memiliki latar belakang pendidikan Ma’had Aly telah menjadi bagian dari mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Pada tahun 2026, terdapat enam mahasiswa berlatar Ma’had Aly yang sedang menempuh studi doktoral dan satu mahasiswa pada jenjang magister.

Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya ruang bagi lulusan Ma’had Aly untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam pemaparannya juga disampaikan bahwa lulusan Ma’had Aly dapat melanjutkan studi ke Pascasarjana, termasuk melalui berbagai peluang beasiswa yang tersedia.

Selanjutnya, Kaprodi S2 Najib Kailani, Ph.D. menjelaskan mengenai berbagai konsentrasi yang ada di Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies (IIS). Ia mengatakan, mahasiswa dapat memilih konsentrasi sesuai dengan minat akademiknya.

Berbagai konsentrasi tersebut antara lain Islamic and Muslim Societies; Dirasah Islamiyah al-Arabiyah; Psikologi Pendidikan Islam; Islam, Gender dan Studi Minoritas; Studi Islam Kawasan; Hermeneutika Al-Qur’an dan Hadis; Fikih Ekonomi, Kajian Industri dan Bisnis Halal; Filantropi, Kebencanaan dan Pembangunan Berkelanjutan; Agama, Media dan Masyarakat Muslim; serta Islam, Sains dan Ekoteologi.

Ia juga menyampaikan bahwa kuliah di Program Studi IIS membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui berbagai program kerja sama yang dimiliki Pascasarjana. Salah satunya adalah kesempatan mengikuti program sandwich ke KU Leuven.

Selain itu, bagi lulusan Ma’had Aly juga terbuka kesempatan untuk mendapatkan beasiswa yang diberikan oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama melalui sejumlah jalur, di antaranya program beasiswa Pesantren.

Hal senada disampaikan oleh Kaprodi S3 Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Dr. Munirul Ikhwan, L.c., M.A. Ia menjelaskan bahwa Program Doktor Studi Islam memiliki sejumlah konsentrasi yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan keilmuan. Di antaranya Studi Islam Kawasan; Filantropi, Kebencanaan dan Pembangunan Berkelanjutan; Kajian Industri dan Bisnis Halal; Islam, Sains dan Ekoteologi; Studi Al-Qur’an dan Hadis; Kependidikan Islam; Kajian Antaragama, serta Ilmu Hukum dan Sosial.

Munirul Ikhwan juga menjelaskan mengenai konsentrasi yang menggunakan bahasa asing dalam proses pembelajarannya. Salah satunya adalah kajian yang menggunakan Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar pembelajaran. Program tersebut dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan Bahasa Arab sekaligus memperdalam studi keislaman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para mahasantri menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai proses penerimaan mahasiswa baru, persyaratan bagi lulusan Ma’had Aly, tantangan akademik bagi mahasiswa berlatar belakang pesantren, peluang mengembangkan kajian lintas bidang, hingga dukungan untuk tetap menjaga hafalan Al-Qur’an dan lingkungan kepesantrenan selama menjalani studi.

Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa penerimaan mahasiswa Pascasarjana dapat ditempuh melalui jalur portofolio maupun tes. Para mahasiswa juga diingatkan mengenai pentingnya kemampuan bahasa, terutama Bahasa Inggris, karena dalam proses pembelajaran mahasiswa akan berhadapan dengan literatur akademik dan berbagai teori sosial.

Sementara bagi mahasiswa yang ingin tetap berada dalam lingkungan pesantren selama menempuh studi, terdapat sejumlah pesantren mahasiswa di sekitar kampus yang dapat menjadi pilihan tempat tinggal. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk tetap memperoleh lingkungan kepesantrenan sembari mengikuti kegiatan akademik di kampus.

Kunjungan Ma’had Aly Madarijul Ulum kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata, dan foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memberikan gambaran kepada para mahasantri mengenai kehidupan akademik dan peluang melanjutkan studi di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.