Promosi Doktor Supandi

Promovendus : Supandi

Judul Disertasi :SYI’ISME DALAM TAFSIR KONTEMPORER DI INDONESIA

Promosi :

Senin, 6 September 2021,

Pukul: 13.00 WIB - Selesai

Zoom Cloud Meeting

Promotor :

Prof. Dr. H. Syihabuddin Qalyubi, Lc., M.Ag.

Dr. H. Waryono, M. Ag.

Penguji :

Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag.

Mohammad Yunus, Lc., M.Ag., Ph.D

Dr. H. Muh. Syaifuddin, M.A.

Dr. Inayah Rohmaniyah, M.Hum., M.A.

Abstraksi :

Metode penafsiran al-Qur’an pada era kontemporer di Indonesia menunjukan kecenderungan yang berbeda dari periode sebelumnya. Pada era tersebut, di samping menafsir, para mufasir juga melakukan kritik dan mengoreksi tafsir-tafsir periode sebelumnya. Dalam melakukan double movement ini, para mufasir melibatkan berbagai pendekatan dan multidisiplin ilmu pengetahuan untuk melihat kelemahan masa lalu dan menatap masa depan tafsir yang mampu menjawab tantangan zaman. Syi’isme dalam tafsir sebagai sebuah metode yang lahir di era kontemporer ini, berupaya merespon tantangan-tantangan itu dengan melibatkan dua perspektif aliran kalam yang berbeda: Sunni dan Syīʻah. Secara demikian, metode ini termasuk baru dan unik dalam dunia tafsir sehingga mengundang pro dan kontra dari kaum muslim di Indonesia yang mayoritas berhaluan Sunni. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan syi’isme dalam dinamika perkembangan tafsir di Indonesia dan menjelaskan konstruksi syi’isme tersebut pasca revolusi Iran. Tujuan berikutnya adalah untuk mengetahui resepsi kaum Sunni di Indonesai terhadap syi’isme dan menganalisis implikasi syi’isme dalam tafsir terhadap perkembangan metodologi penafsiran al-Qur’an.

Penelitian ini menggunakan teori resepsi dan sosiologi pengetahuan (sociology of knowledge) sebagai pendekatan. Sumber data primer menggunakan kitab-kitab tafsir dari kalangan Sunni dan Syīʻah yang beredar di Indonesia pada era kontemporer atau sesudah revolusi Iran, yaitu al-Mīzān fī Tafsīr al-Qur’ān karya Muhammad Husein Ṭabāṭabā’i, Mengungkap Rahasia Surat Yasin karya Dasteghib, Tafsir Sufi al-Fatihah karya Jalaluddin Rakhmat dan Wawasan al-Qur’an karya Quraish Shihab. Sumber data sekunder diperoleh dari tulisan-tulisan para cendekiawan (ulama) yang tersebar di berbagai buku atau kitab, jurnal ilmiah dan disertasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara peneliti menelaah kitabkitab tafsir yang menjadi sumber-sumber primer sekaligus melakukan pencatatan. Selanjutnya peneliti menelaah sumber-sumber sekunder berupa tulisan-tulisan ilmiah yang dianggap relevan dengan penelitian. Teknik analisis data dilakukan bersama dengan proses pelaksanaan pengumpulan data. Data yang sudah terkumpul kemudiandireduksi dan disajikan dalam bentuk narasi deskriptif. Selanjutnya peneliti melakukan analisis kualitatif terhadap seluruh data yang sudah dipilih dan dipilah sehingga mendapatkan jawaban dari masalahmasalah yang sudah dirumuskan. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan dari semua uraian.

Hasil penelitian menunjukan Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam adalah negara yang dilanda syi’isme dalam tafsir al-Qur’an dengan cepat. Ada beberapa konstruksi (bentuk) syi’isme di Indonesia, yaitu: pertama, penyebaran buku-buku tafsir Syīʻah dalam bahasa asing terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kedua, terjemahan yakni tafsir-tafsir yang ditulis oleh ulama Syīʻah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan beredar di kalangan kaum muslim serta menjadi bacaan publik. Ketiga, tafsir yang ditulis oleh ulama Syīʻah Indonesia. Keempat, buku tafsir yang ditulis oleh mufasir Sunni di Indonesia yang banyak mengutip pendapat ulama Syīʻah. Resepsi kaum Sunni terhadap syi’isme dalam tafsir begitu buming. Mereka membeli, membaca, mengoleksi dan mengkaji serta menyebarluaskan gagasan-gagasan di dalamnya. Tidak dipungkiri adanya kelompok kaum Sunni yang menentang syi’isme di Indonesia. Mereka mengkristal membentuk kelompok anti Syīʻah, menolak hal –hal yang beraroma Syīʻah. Kelompok ini terdiri dari dua aliran: pertama, yang secara apologetik menolak Syīʻah dengan segala atributnya. Kedua, kelompok yang moderat, menolak sebagian dan menerima sebagian lainnya dengan argumen. Dalam kaitannya dengan pembaruan studi al-Qur’an, syi’isme dalam tafsir memunculkan metode tafsir kolaboratif (tafsīr taʻāwunī), yakni saling mengisi, saling melengkapi antara tafsir Syīʻah dan tafsir Sunni.

Kata Kunci: syi’isme, konstruksi syi’isme, tafsir kontemporer.