Abdul Rahim Hakimi Jadi Mahasiswa Afghanistan Pertama di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang Meraih Gelar Doktor Studi Islam

Abdul Rahim Hakimi mahasiswa konsentrasi Islamic Thought and Muslim Societies (ITMS) Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil meraih gelar doktor setelah melaksanakan Ujian Terbuka Promosi Doktor dan mempertahankan disertasinya pada Selasa, 2 Desember 2022, pukul 09.00 WIB di aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Ia mengangkat disertasi dengan judul “ACCOUNTABILITY OF AFGHAN GOVERNMENT FROM MAQASID PERSPECTIVE : FIVE NECESSITIES OF HUMAN SURVIVAL “.

Disertasi tersebut diuji oleh Prof. Noorhaidi Hasan S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. dan Zulkipli Lessy, S.Ag., S.Pd., M.Ag., M.S.W. yang sekaligus sebagai promotor, dan para tim penguji yang terdiri Prof. Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag., Ro'fah, MA., Ph.D., Suhadi Cholil, P.hD., dan Dr. Muhrisun, S.Ag., BSW, M.Ag., MSW. Ujian terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A. dan Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A. sebagai sekretaris sidang.

Abdul Rahim Hakimi dalam penelitianya bertujuan untuk meneliti Akuntabilitas Pemerintah Afghanistan dari perspektif Maqasid tentang lima kebutuhan kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, penelitian tersebut menjawab beberapa rumusan, seperti; Apa hubungan antara Maqasid dan akuntabilitas pemerintah? Apakah pemerintah Afghanistan telah memenuhi tujuannya dan bertanggung jawab atas lima kebutuhan hidup manusia? Jika pemerintah tidak dapat melindungi kelima kebutuhan tersebut, Apa alasan kegagalan tersebut?

Disertasi tersebut menganalisis kegiatan, rencana, dan ukuran pemerintah Afghanistan melalui lensa perspektif Maqasid tentang lima elemen kehidupan manusia yang oleh para sarjana Maqasid ditentukan sebagai elemen kelangsungan hidup manusia untuk menjawab pertanyaan kedua dan ketiga. Seperti kebebasan beragama, kelestarian jiwa, perlindungan pikiran, pelestarian keturunan, dan pemeliharaan harta benda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Afghanistan gagal melindungi minoritas agama dan hidup warga negara. Meskipun pemerintah telah mengukur rencana untuk mengurangi penyebaran narkotika, mendirikan rumah sakit untuk pengobatan penyakit mental, dan membuka sekolah, akan tetapi masih terdapat beberapa kekurangan. Demikian juga, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung keturunan, seperti pembuatan undang-undang. Tetapi, pemerintah belum menerapkan undang-undang tersebut. Selain itu, pemerintah telah gagal melindungi fasilitas publik dan pribadi karena berbagai alasan. Kesimpulannya, tantangan terus berlanjut selama dua dekade terakhir..

Setelah memaparkan penelitianya ia berhasil mempertahankan disertasinya dan medapatkan gelar doktor. Abdul Rahim Hakimi berhasil mendapatkan nilai excellent dan ia menjadi doktor yang ke 868 Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.(Niam)