Yogyakarta — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menerima
kunjungan dari Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada Senin,
2 Februari 2025. Kunjungan ini menjadi forum strategis untuk berdiskusi
mengenai pengelolaan Pascasarjana, pengembangan program studi, serta tantangan
kelembagaan di tengah dinamika pendidikan tinggi Islam.
Rombongan UIN Walisongo disambut langsung oleh jajaran pimpinan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan terbuka, dengan fokus utama pada pertukaran pengalaman serta refleksi bersama atas praktik pengelolaan Pascasarjana di masing-masing institusi.
Baca Juga: Mahasiswa KU Leuven Rampungkan Studi Satu Semester di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
Dalam diskusi, pihak UIN Walisongo menyampaikan sejumlah
tantangan yang tengah dihadapi, di antaranya karakteristik mahasiswa
Pascasarjana yang mayoritas merupakan pekerja. Selain itu, pengelolaan
Pascasarjana dengan skema Badan Layanan Umum (BLU) dinilai menuntut kemandirian
tinggi, sehingga pengelola harus berpikir layaknya mengelola institusi swasta tanpa
mengabaikan misi akademik dan keislaman.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Pascasarjana UIN Sunan
Kalijaga memaparkan pengalaman kelembagaan sejak 2015, ketika Pascasarjana
menjadi ruang pengembangan keilmuan yang belum tertampung di fakultas. Seiring
waktu, berbagai konsentrasi dikembangkan sebagai pilar akademik, disertai kerja
sama dengan beragam mitra strategis, mulai dari lembaga keagamaan hingga
institusi nasional.
Beberapa inovasi akademik turut dibagikan, seperti
keberhasilan rekrutmen mahasiswa internasional, pengembangan program double
degree, serta rencana pembukaan konsentrasi baru.
Melalui kunjungan ini, kedua belah pihak sepakat bahwa pengelolaan Pascasarjana memerlukan strategi kelembagaan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring kerja sama, sekaligus merumuskan model pengelolaan Pascasarjana yang responsif terhadap kebutuhan akademik dan masyarakat.