Yogyakarta — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menggelar wawancara seleksi Beasiswa Sandwich Program ke KU Leuven pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Ruang Transit Penguji Lantai 1 Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Wawancara ini merupakan tahapan lanjutan dari proses seleksi yang sebelumnya telah diumumkan secara terbuka melalui flyer pendaftaran beasiswa. Dalam tahapan awal, peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya minimal telah menempuh semester dua, melampirkan Kartu Hasil Studi (KHS), skor TOEFL, serta Statement of Purpose.
Setelah melalui proses seleksi administrasi, sebanyak lima mahasiswa dinyatakan lolos dan dipanggil untuk mengikuti wawancara sebagai tahap akhir penentuan penerima beasiswa. Program ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa Magister Interdisciplinary Islamic Studies (IIS) yang berkesempatan mengikuti program sandwich di KU Leuven, Belgia.
Proses wawancara menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan akademik, kapasitas riset, motivasi, serta relevansi rencana studi peserta dengan tujuan program. Melalui tahapan ini, Pascasarjana memastikan kandidat terpilih memiliki kompetensi dan komitmen yang memadai untuk mengikuti program akademik internasional tersebut.
Beasiswa Sandwich Program ke KU Leuven merupakan salah satu bentuk penguatan jejaring akademik internasional yang terus dikembangkan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Program ini diharapkan dapat memperluas pengalaman akademik mahasiswa, memperkuat kapasitas riset, serta mendorong lahirnya kolaborasi keilmuan lintas negara.
Pelaksanaan seleksi ini juga menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan membuka akses lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di perguruan tinggi bereputasi global.