Dilihat 0 Kali

001_325_01KRWMJXRK83GEQ5RBS6TPHK9T.jpg

Selasa, 19 Mei 2026 06:03:00 WIB

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Jadi Bagian Konsorsium Beasiswa Doktor Kemenag–ICRS 2026

Yogyakarta - Kabar baik untuk yang ingin melanjutkan studi doktor dengan fokus memperdalam studi keislaman. Kementerian Agama (Kemenag) resmi membuka program beasiswa Doktor (S3) melalui kemitraan dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga menjadi salah satu dari tiga kampus pilihan tempat studi.

Program ini merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026, khususnya skema Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri. Bagi civitas akademika Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, ini bukan sekadar peluang beasiswa biasa, ini adalah pintu masuk ke ekosistem riset lintas agama bertaraf internasional yang berpusat di Yogyakarta.

Baca Juga: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Jadi Bagian ICRS, Beasiswa PhD Fully Funded 2026 Resmi Dibuka

“Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal. Serta, turut mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner,” kata Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori sebagaimana dikutip dari laman Kemenag (23/4/2026).

Program doktor yang ditawarkan melalui jalur UIN Sunan Kalijaga adalah Islamic Thought and Muslim Societies — sebuah konsentrasi yang mencerminkan kedalaman tradisi kajian Islam yang selama ini menjadi ruh kampus ini.

Sebagai informasi, ICRS mengonsolidasikan kekuatan tiga universitas besar Yogyakarta:  UIN Sunan Kalijaga (bidang Studi Islam), Universitas Gadjah Mada (bidang Antariman), dan Universitas Kristen Duta Wacana (bidang Teologi Kristen).

Mahasiswa yang diterima bisa mengakses tiga mata kuliah inti yang dikelola secara kolektif oleh ketiga kampus tersebut yaitu Approaches to Religious Studies, Methodology in Religious Studies, dan Religion and Decolonization.

"Para Pendaftar Beasiswa bisa kuliah di salah satu dari tiga kampus tersebut sebagai tempat studi setelah dinyatakan lulus seleksi BIB Kemenag,” kata Ruchman.

Pendekatan interdisipliner ini relevan bagi peneliti yang ingin menjembatani pemikiran Islam klasik dengan isu-isu kontemporer seperti perdamaian, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan hidup. Dalam konteks UIN Sunan Kalijaga yang telah lama dikenal dengan pendekatan integrasi ilmu dan agama, program ICRS menjadi kelanjutan logis dari tradisi keilmuan yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Masa studi ditempuh selama tiga tahun. Program konsorsium ini memungkinkan mahasiswa bersinggungan dengan ekosistem akademik dari ketiga universitas anggota sekaligus — sebuah keistimewaan yang jarang tersedia dalam program doktoral konvensional.

Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma, menegaskan bahwa program kemitraan ini merupakan bagian dari skema Beasiswa Unggulan Keagamaan S3 Dalam Negeri.

Bagi peminat studi keislaman, pastikan Anda mendaftar di Prodi Studi Islam-ITMS Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026. Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, hingga daftar perguruan tinggi tujuan dapat diakses melalui portal resmi beasiswa di https://beasiswa.kemenag.go.id dan https://www.icrs.or.id/ . Segera lakukan pendaftaran di https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/

“Pastikan pilih program kolaborasi Beasiswa Indonesia Bangkit, kemudian lanjut pilih Doktor Beasiswa Unggulan Keagamaan Dalam Negeri”, jelas Ulfa.

Baca Juga: Menuju Belgia: Wawancara Beasiswa Sandwich Program Digelar di Pascasarjana