Yogyakarta – Workshop Penelitian dan Tahqiq Kitab Zakat Dr. Nawawi Majene digelar pada 26 September 2026 di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, dan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Program BAZNAS RI, Saidah Sakwan, bersama Rektor UNU Yogyakarta Dr. KH. Fahmy Akbar Idries. Workshop tersebut menjadi bagian dari rangkaian program kolaborasi penelitian dan tahqiq (penyuntingan kritis) terhadap karya intelektual Dr. Nawawi Majene, khususnya dalam bidang fikih zakat.
Mengusung tema “Standarisasi Metode dan Pedoman Tahqiq Kitab Zakat Dr. Nawawi Majene”, sesi pertama menghadirkan Kaprodi S3 Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Dr. Munirul Ikhwan, Dr. A. Ginanjar Sya’ban yang merupakan Dosen UNU Yogyakarta, dan Dr. Zacky Khairul Umam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sesi kedua membahas "Kajian Substansi dan Arah Penelitian Kitab Zakat Dr. Nawawi Majene". Pada sesi ini, hadir Sekretaris Program Studi S2 Interdisciplinary Islamic Studies (IIS) Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Dr. Najib Kailani, sebagai narasumber. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Suhadi dan Dr. Abdillah dari UNU Yogyakarta.
Workshop membahas berbagai aspek metodologis yang diperlukan dalam proses tahqiq, termasuk upaya membangun standar dan pedoman yang dapat digunakan dalam penyuntingan naskah karya Dr. Nawawi Majene. Proses tahqiq menjadi penting untuk memastikan teks yang diwariskan melalui manuskrip dapat diteliti, disunting, dan dipahami secara lebih sistematis.
Setelah jeda istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bertajuk “Finalisasi dan Rencana Tindak Lanjut Tahqiq dan Penelitian Kitab Zakat Dr. Nawawi Majene”. Sesi ini menghadirkan Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Dr. Ahmad Rafiq dan Dosen UNU Yogayakarta Maria Fauzi sebagai narasumber. Diskusi diarahkan pada finalisasi hasil pembahasan sekaligus penyusunan rencana tindak lanjut penelitian dan tahqiq terhadap karya tersebut.
Kegiatan dihadiri oleh pimpinan BAZNAS RI, para peneliti, akademisi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tahqiq dan penelitian Kitab Zakat Dr. Nawawi Majene. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mengembangkan kajian terhadap warisan intelektual ulama Indonesia melalui pendekatan akademik dan penelitian yang kolaboratif.
Kolaborasi ketiga lembaga tersebut mengusung tajuk “Jejak Ulama: Merawat Ilmu dalam Manuskrip”. Program ini diarahkan untuk melestarikan, menyunting, dan mengontekstualisasikan karya Dr. Nawawi Majene sehingga warisan keilmuan yang terdapat dalam manuskrip dapat terus dikaji dan dimanfaatkan dalam konteks kekinian.
Melalui kolaborasi penelitian dan tahqiq ini, karya-karya intelektual sarjana dan ulama Indonesia diharapkan semakin dikenal dan dapat berkontribusi pada perkembangan kajian Islam di tingkat global.