Yogyakarta - Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor bagi mahasiswa Program Studi Studi Islam, Imron Rasyadi, pada Senin, 26 Januari 2025.
Dalam sidang tersebut, Imron mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Eksistensi Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Jambi: Perspektif Pengelola, Strategi Keberlanjutan, dan Tantangan Kelembagaan”. Disertasi ini berangkat dari kegelisahan atas semakin tergerusnya eksistensi MDTA di Provinsi Jambi, khususnya dalam rentang waktu 2010–2025, di tengah arus pendidikan modern dan dinamika perubahan sosial.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pemerintah memberikan keleluasaan kepada pengelola MDTA untuk berinovasi sesuai dengan konteks dan kebutuhan zaman, realitas di lapangan memperlihatkan banyak MDTA di Jambi mengalami penurunan jumlah peserta didik, krisis identitas kelembagaan, bahkan sebagian harus ditutup.
Imron menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di dua wilayah dengan karakteristik berbeda, yaitu Kabupaten Merangin dan Kota Jambi, guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi dan tantangan MDTA.
Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Zulkipli Lessy, S.Ag., S.Pd., M.Ag., M.S.W., Ph.D, dengan Dr. Muqowin, S.Ag., M.Ag. sebagai ko-promotor. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Sabarudin, M.Si.; Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd.; Muhammad Yunus, Lc., M.A., Ph.D.; dan Dr. Nina Mariani Noor, S.S., M.A.
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan selaku Ketua Sidang, dengan Ahmad Rafiq, M.A., Ph.D. sebagai Sekretaris Sidang.