Dilihat 0 Kali

001_110_Frame 128.png

Rabu, 09 September 2026 20:15:00 WIB

Hari Pertama Sospem Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Selamat Datang Mahasiswa Baru

Yogyakarta – Rabu, 9 September 2026, menjadi langkah awal bagi para mahasiswa untuk memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Dengan penuh antusiasme yang tinggi, ratusan mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam dan Program Magister (S2) Interdisciplinary Islamic Studies kompak mengikuti kegiatan sosialisasi pembelajaran (Sospem).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengenalan kehidupan akademik Pascasarjana sekaligus pembekalan bagi mahasiswa baru dalam memulai perjalanan studi mereka. Melalui Sospem, mahasiswa diperkenalkan dengan tsistem pembelajaran, budaya akademik, serta berbagai hal penting yang akan mereka hadapi selama menempuh pendidikan nanti.


Acara dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa Sospem menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat seluk-beluk Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, termasuk tradisi, prestasi, serta komitmen akademik yang akan dikembangkan bersama selama menempuh studi.

Pada tahun akademik 2026/2027, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menerima mahasiswa baru dari jenjang S2 dan S3. Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa reguler dan penerima sejumlah program beasiswa.

Baca Juga: Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Implementasikan Ihyaul Mawat, Hadapi Krisis Iklim dengan Dukungan MoRA The Air Fund

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. dalam sambutannya membahas materi mengenai visi akademik universitas dan arah pengembangan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di jenjang pascasarjana.

Prof. Noorhaidi Hasan menekankan bahwa memasuki jenjang S2 dan S3 merupakan langkah untuk membentuk diri sebagai seorang scholar atau akademisi yang mampu memproduksi pengetahuan. Menurutnya, pendidikan pascasarjana tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi dan perolehan gelar, tetapi juga pada proses pengembangan kemampuan berpikir secara logis, kritis, kreatif, dan sistematis.


Ia menjelaskan bahwa seorang scholar dituntut memiliki kemampuan untuk menghasilkan pengetahuan melalui proses ilmiah. Pengetahuan ilmiah, menurutnya, dibangun melalui penjelasan yang sistematis, logis, dan didasarkan pada bukti empiris. Karena itu, mahasiswa S2 dan S3 perlu membangun kemampuan metodologis dan memperkaya wawasan teoritik sebagai fondasi dalam menjalankan proses akademik dan penelitian.

Rektor juga mendorong mahasiswa untuk membangun budaya membaca, menulis, berpikir, dan berdiskusi secara serius. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan akademisi yang mampu memberikan kontribusi dan menawarkan kebaruan (novelty) dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Usai pembukaan dan penyampaian visi akademik universitas, kegiatan Sospem dilanjutkan dengan pemaparan materi. Materi pertama disampaikan oleh Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A., yang memberikan gambaran mengenai arah dan karakter kehidupan akademik di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Dalam pemaparannya, Prof. Nur Ichwan menekankan pentingnya menjadikan Pascasarjana sebagai ruang pengembangan akademik dan intelektual. Pascasarjana menurutnya, terus mengembangkan produksi pengetahuan (knowledge production) dan penguatan budaya akademik (academic culture).

Kegiatan dilanjutkan dengan materi seputar sistem perkuliahan di Pascasarjana yang disampaikan oleh Kaprodi-Sekprodi dari S2 dan S3. Melalui kegiatan Sospem ini, mahasiswa baru diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai sistem dan budaya akademik Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik serta mempersiapkan diri dalam menjalani proses pendidikan S2 dan S3 di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Bersama Dayana Lengauer dan Martin Slama, Pascasarjana UIN Suka Bahas Aktivisme Digital Anak Muda di Indonesia