Dilihat 0 Kali

001_20240904_halal2.jpg

Rabu, 28 Agustus 2024 08:10:03 WIB

Prodi IIS Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Adakan International Exposure dan Diskusi Manajemen Halal dengan Konsultan HalalHub Singapura

Selasa, 27 Agustus 2024, para mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Prodi Interdisciplinary Islamic Studies (IIS), Konsentrasi Kajian Industri dan Bisnis Halal (KIBH) dan dosen pendamping melakukan perjalanan ke Singapura untuk mengetahui sejauhmana Singapura memberlakukan ekosistem halal di negaranya. Kegiatan ini diikuti oleh 18 mahasiswa dan 4 dosen pendamping, yaitu; Kaprodi Magister Interdisciplinary Islamic Studies Dr. Nina Mariani Noor, Sekprodi IIS Dr. Najib Kailani, Dr. Subi Nur Isnaini, dan Dr. Moh. Mufid.

Guna mendapatkan informasi terkait tema tersebut di atas, para mahasiswa dan dosen pendamping melakukan diskusi dengan Dr. Azmi Abdul Samad, CEO dan Principal Consultant di HalalHub Singapura yang merupakan mitra penjaminan halal Majelis Ugama Islam Singapore (MUIS). Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Masjid Hajjah Fatimah ini membahas manajemen halal di Singapura, termasuk standar yang diterapkan oleh MUIS dalam mengelola sertifikasi halal di negara tersebut.

Sebelum pemaparan materi dari Dr. Azmi, Dr. Najib Kailani mewakili Tim dari Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, memperkenalkan rombongan dan tujuan dilaksanakannya kegiatan international exposure ke Singapura ini. Pada kesempatan tersebut, Dr. Najib menyampaikan terima kasih kepada pihak HalalHub yang telah menerima dengan baik dan ramah kunjungan dari Pascasarjana UIN Suanan Kalijaga. Dr. Najib juga meminta kepada Dr. Azmi untuk sharing pengalaman tentang praktik dan pengelolaan produk halal di Singapura.

Setelah perkenalan dan sambutan dari pihak Pascasarjana, diskusi dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Azmi yang berbagi wawasan tentang Sistem Manajemen Mutu Halal (Halal Quality Management System/HalMQ) yang diterapkan MUIS dalam pengelolaan sertifikasi halal di Singapura. “Sertifikasi halal di Singapura hanya diberlakukan untuk makanan saja” tutur Dr. Azmi. Perbedaan manajemen halal di Singapura yang disampaikan sangat mengundang antusiasme para mahasiswa menjadi tamu sekaligus peserta dalam diskusi tersebut.

Setelah dialog dan diskusi, kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cinderamata. Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan wawasan baru dalam bidang industri dan bisnis halal bagi mahasiswa dan memberikan inspirasi penelitian ilmiah bagi mereka.