Dilihat 0 Kali

001_543_WhatsApp Image 2026-01-13 at 02.14.38.jpeg

Senin, 12 Januari 2026 21:09:00 WIB

DPA Setujui Pembukaan Program Studi Dirasat Islamiyah

Yogyakarta - Dewan Pertimbangan Akademik (DPA) Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menggelar rapat pada Senin, 12 Januari 2025 di Ruang 206 untuk membahas secara khusus rencana pembukaan Program Studi Magister Dirasat Islamiyah (DI) di lingkungan Pascasarjana. Rapat ini menjadi forum strategis dalam menilai kelayakan akademik, arah pengembangan keilmuan, serta desain kurikulum program studi baru tersebut.

Dalam pemaparannya, tim penyusun menyampaikan bahwa proposal pembukaan Program Studi Dirasat Islamiyah telah rampung disusun dan saat ini memasuki tahap review di Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Dokumen usulan tersebut sebelumnya telah dikembalikan, sehingga masih terbuka ruang untuk penyempurnaan sesuai dengan masukan dan rekomendasi dari DPA.

Baca Juga: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Matangkan Rencana Pendirian Prodi Dirasat Islamiyah

Program Studi Dirasat Islamiyah dirancang dengan fokus pada studi lintas kawasan, khususnya Asia dan kawasan global, dengan menggunakan pendekatan interdisipliner. Kekhasan utama yang membedakan program studi ini dari program sejenis di perguruan tinggi lain terletak pada penekanan kajian Islam klasik berbasis kawasan, dengan penguatan pada studi turāṯ atau warisan intelektual Islam. Salah satu keunggulan akademik yang ditawarkan adalah penguasaan kompetensi taḥqīq, yakni penyuntingan dan verifikasi naskah-naskah klasik, yang dinilai relevan dan dibutuhkan dalam pengembangan keilmuan Islam kontemporer.

Sejumlah pimpinan dan guru besar menyampaikan tanggapan, salah satunya terkait perlunya memperjelas distingsi program studi ini. Ketua DPA, Prof. Dr. Machasin, M.A. menekankan pentingnya kejelasan perbedaan antara Program Studi Dirasat Islamiyah dan program studi yang telah ada, khususnya Interdisciplinary Islamic Studies (IIS). Ia menilai bahwa struktur dan substansi mata kuliah perlu dirumuskan secara lebih rinci agar kehadiran program studi baru benar-benar menghadirkan kekhasan akademik dan tidak menimbulkan tumpang tindih keilmuan.

Menanggapi hal tersebut, tim penyusun menjelaskan bahwa kajian turāṯ di berbagai fakultas selama ini masih bersifat parsial dan terfragmentasi sesuai disiplin masing-masing. Melalui Program Studi Dirasat Islamiyah, kajian tersebut diintegrasikan dalam satu kerangka keilmuan lintas disiplin di tingkat Pascasarjana, sehingga diharapkan mampu melahirkan lulusan dengan perspektif yang lebih komprehensif.

Dalam pembahasan kurikulum dan bahasa pengantar, muncul usulan penggunaan Bahasa Arab sebagai bahasa akademik, termasuk kemungkinan penulisan tesis dalam Bahasa Arab. Namun demikian, rapat menyepakati bahwa penerapan Bahasa Arab dilakukan secara selektif. Bahasa Arab diprioritaskan pada mata kuliah yang berkaitan langsung dengan kajian turāṯ, agar fokus pembelajaran tetap pada pendalaman substansi keilmuan, bukan semata pada aspek kebahasaan.

Pada akhir rapat, DPA menyepakati bahwa pembukaan Program Studi Dirasat Islamiyah disetujui untuk dilanjutkan dengan sejumlah catatan perbaikan. Proposal akan diajukan ke tahap berikutnya setelah seluruh catatan tersebut disempurnakan, sebagai bagian dari komitmen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dalam menjaga kualitas akademik dan relevansi keilmuan program studi baru ini.

Baca Juga: Serius Kembangkan Prodi Baru, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Gelar Studi Banding Akademik ke UIN Jakarta dan UIII