Dilihat 0 Kali

001_951_martin 2.png

Selasa, 08 September 2026 10:55:00 WIB

Perkuat Perspektif Riset Mahasiswa, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Hadirkan Martin Slama dari Austrian Academy of Sciences

Yogyakarta – Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan Research Clinic pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan Martin Slama dari Austrian Academy of Sciences (OeAW), Vienna, sebagai pembicara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies (IIS) Program Double Degree, mahasiswa Program Doktor ITMS, dan mahasiswa Program Doktor Studi Islam

Acara dibuka dengan sambutan Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan. Dalam sambutannya, Prof. Ichwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Martin Slama dalam kegiatan Research Clinic tersebut.

Baca Juga: Pelepasan Wisudawan Agustus 2026, Direktur Tekankan Integritas dan Kebermanfaatan Ilmu

Ia berharap para mahasiswa dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan mengenai bagaimana melakukan penelitian yang baik melalui pemaparan dan pengalaman riset yang disampaikan oleh Martin Slama.

“Kalian bisa menulis disertasi yang tebal, tetapi kalau tidak ada referensi teoretis, hanya datar saja, ya kurang. Sebuah foto pada waktu yang berbeda memerlukan metodologi yang tepat untuk menjadi menarik. Untuk itu, kita akan belajar dari Martin Slama, seorang antropolog sosial yang sudah banyak melakukan riset,” ujar Prof. Ichwan.

Sementara itu, Martin Slama memaparkan presentasi berjudul “Researching a Photography Archive from the Colonial Period: Indonesia in the Late 1920s and Contemporary Perceptions of the Past”.

Dalam pemaparannya, Martin menampilkan berbagai koleksi foto dari masa kolonial. Ia menjelaskan bagaimana arsip-arsip fotografi tersebut dapat dikaji kembali dan memperoleh kehidupan serta makna baru dalam konteks Indonesia masa kini.

Martin juga mengutip pandangan Elizabeth Edwards dalam bukunya Raw Histories: Photography, Anthropology and Museums. Menurut Edwards, sebuah foto tidak dapat sepenuhnya dipahami hanya melalui satu titik dalam perjalanan sejarahnya. Pemahaman terhadap sebuah fotografi perlu dilakukan dengan melihat proses produksi, pertukaran, dan konsumsi yang menyertainya.

“A photograph cannot be fully understood at one single point in its existence – for instance, perhaps, the inscription of the colonial gaze – but must be examined through the processes of its production, exchange, and consumption. Things have accumulative histories that draw their significances from intersecting elements in their histories.”

Usai pemaparan dari Martin Slama, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari para mahasiswa mengenai penelitian tesis dan disertasi yang sedang mereka kerjakan. Para mahasiswa kemudian memperoleh tanggapan, masukan, serta perspektif dari Martin terkait penelitian masing-masing.

Kegiatan Research Clinic berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memberikan tanggapan positif terhadap kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Martin Slama.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga berharap mahasiswa dapat memperkaya perspektif metodologis dan teoretis dalam penelitian mereka, sekaligus meningkatkan kualitas riset tesis dan disertasi yang sedang dikembangkan.

 Baca Juga: Mengungkap Tradisi Intelektual Islam melalui Interdisiplinaritas bersama Islam Dayeh