Yogyakarta – Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta menggelar kegiatan Research Clinic pada Senin, 7 September
2026. Kegiatan ini menghadirkan Martin Slama dari Austrian Academy of
Sciences (OeAW), Vienna, sebagai pembicara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa Program Magister Interdisciplinary Islamic
Studies (IIS) Program Double Degree, mahasiswa Program Doktor ITMS, dan
Acara dibuka dengan sambutan Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan. Dalam sambutannya, Prof. Ichwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Martin Slama dalam kegiatan Research Clinic tersebut.
Baca Juga: Pelepasan Wisudawan Agustus 2026, Direktur Tekankan Integritas dan Kebermanfaatan Ilmu
Ia berharap para mahasiswa dapat memperoleh wawasan dan
pengetahuan mengenai bagaimana melakukan penelitian yang baik melalui pemaparan
dan pengalaman riset yang disampaikan oleh Martin Slama.
“Kalian bisa menulis disertasi yang tebal, tetapi kalau
tidak ada referensi teoretis, hanya datar saja, ya kurang. Sebuah foto pada
waktu yang berbeda memerlukan metodologi yang tepat untuk menjadi menarik.
Untuk itu, kita akan belajar dari Martin Slama, seorang antropolog sosial yang
sudah banyak melakukan riset,” ujar Prof. Ichwan.
Sementara itu, Martin Slama memaparkan presentasi berjudul “Researching
a Photography Archive from the Colonial Period: Indonesia in the Late 1920s and
Contemporary Perceptions of the Past”.
Dalam pemaparannya, Martin menampilkan berbagai koleksi foto
dari masa kolonial. Ia menjelaskan bagaimana arsip-arsip fotografi tersebut
dapat dikaji kembali dan memperoleh kehidupan serta makna baru dalam konteks
Indonesia masa kini.
Martin juga mengutip pandangan Elizabeth Edwards dalam
bukunya Raw Histories: Photography, Anthropology and Museums. Menurut
Edwards, sebuah foto tidak dapat sepenuhnya dipahami hanya melalui satu titik
dalam perjalanan sejarahnya. Pemahaman terhadap sebuah fotografi perlu
dilakukan dengan melihat proses produksi, pertukaran, dan konsumsi yang
menyertainya.
“A photograph cannot be fully understood at one single point
in its existence – for instance, perhaps, the inscription of the colonial gaze
– but must be examined through the processes of its production, exchange, and
consumption. Things have accumulative histories that draw their significances
from intersecting elements in their histories.”
Usai pemaparan dari Martin Slama, kegiatan dilanjutkan
dengan presentasi dari para mahasiswa mengenai penelitian tesis dan disertasi
yang sedang mereka kerjakan. Para mahasiswa kemudian memperoleh tanggapan,
masukan, serta perspektif dari Martin terkait penelitian masing-masing.
Kegiatan Research Clinic berlangsung dengan khidmat dan
interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan
dan memberikan tanggapan positif terhadap kesempatan untuk berdiskusi langsung
dengan Martin Slama.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
berharap mahasiswa dapat memperkaya perspektif metodologis dan teoretis dalam
penelitian mereka, sekaligus meningkatkan kualitas riset tesis dan disertasi
yang sedang dikembangkan.