Penulis: Fatimah Husein (Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga)
Australia - Alhamdulillah, bantuan penelitian SBK 2026 melalui LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah membawa saya dan Nafa Nabilah, mahasiswi ITMS Program Pasca sarjana untuk melakukan penelitian kolaboratif di Melbourne Australia. Selain kami berdua, riset ini dilakukan oleh dua dosen lainnya, yaitu Dr. Johan Nasrul Huda (Fishum UIN Yogyakarta) dan Dr. Dina Afrianty (Australian Catholic University, Melbourne). Fokus penelitian ini adalah “From Faith to Flourishing: Institutional Roles in Promoting Social Transformation through Faith-based Higher Education Institutions”.
Indonesia dan Australia sedang menghadapi transformasi sosial, budaya, dan politik. Pasar tenaga kerja Indonesia pada tahun 2025–2026, misalnya, sedang mengalami gangguan yang cukup signifikan, yang ditandai dengan tingginya tingkat pengangguran, meningkatnya sektor informal, serta ketidaksesuaian keterampilan yang mencolok, terutama di kalangan kaum muda. Dalam konteks ini, lembaga pendidikan tinggi berbasis agama (Faith Based Higher Education Institution/FBHEI) menghadapi tantangan dan peluang unik dalam menanggapi isu-isu tersebut. Mereka dapat memainkan peran penting dalam menumbuhkan masyarakat yang adil, sejahtera, dan inklusif, selaras dengan tujuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB serta mendorong pencapaian kemanusiaan yang paripurna (human flourishing).
Terlebih lagi, pada akhir tahun 2025, UIN Sunan Kalijaga dan Australian Catholic University (ACU), Melbourne telah menjalin kerjasama di bidang penelitian dan community engagement, yang memungkinkan eksplorasi lebih lanjut mengenai bagaimana nilai-nilai keagamaan memengaruhi pembentukan kebijakan di tingkat institusional, baik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta maupun di Australian Catholic University, serta berkontribusi terhadap human flourishing. Oleh karena itu, riset yang kami lakukan mencoba untuk memahami bagaimana kedua lembaga pendidikan tinggi yang berafiliasi dengan agama ini merespons dan memberi kontribusi yang berarti bagi kemanusiaan.
Di Melbourne dan Sydney kami berhasil mewawancarai beberapa key leaders dari ACU, termasuk Prof. Zlatko Skrbis (Vice-Chancellor), Prof. Abid Khan (Deputy Vice-Chancellor (Reseach and Enterprise), Prof. Michael Champion (Associate Dean, Theology and Philosophy), Prof. Joel Hodge (Natioanal Head, School of Theology), Prof. Ismail Albayrak (Fethullah Gulen Chair in the Study of Islam and Muslim-Catholic Relations), Michelle Lopez (Director of Graduate Research School), dan beberapa orang lain dari ACU Campus Ministry. Hasil wawancara ini yang kemudian kami analisis untuk melihat perbandingannya dengan apa yang menjadi fokus di UIN Sunan Kalijaga terkait human flourishing.
Perjalanan kami lanjutkan ke Australian National University (ANU) di Canberra untuk memenuhi undangan presentasi dari Indonesia Update. Program ini merupakan konferensi tahunan terbesar tentang masyarakat Indonesia yang dilaksanakan di luar Indonesia sejak tahun 1983. Alhamdulillah, jejaring kami bertambah luas dan semoga dapat membukakan kesempatan yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa.