Yogyakarta, 8 Januari 2025 – Aprilia Restuning Tunggal resmi meraih gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul "Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia terhadap Mesir: Alasan di Balik Presiden Joko Widodo Tidak Mengunjungi Mesir 2014–2024". Aprilia merupakan mahasiswa Program Studi Islam dengan konsentrasi Kajian Timur Tengah di Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dalam disertasinya, Aprilia menganalisis dinamika kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap Mesir dari era Soekarno hingga masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Ia mengungkapkan bahwa keputusan Presiden Joko Widodo untuk tidak melakukan kunjungan kenegaraan ke Mesir pada periode 2014–2024 menjadi fokus utama penelitiannya.
Penelitian ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Joko Widodo, yang lebih mengutamakan hubungan ekonomi dan investasi dengan negara-negara seperti Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, dibandingkan melanjutkan tradisi kunjungan bilateral dengan Mesir yang telah dilakukan presiden-presiden sebelumnya.
Dalam sidang promosi doktornya, Aprilia menjelaskan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi keputusan tersebut adalah situasi domestik Mesir pasca-Arab Spring yang dinilai belum sepenuhnya stabil. Selain itu, latar belakang individu serta pertimbangan kognitif Presiden Joko Widodo terhadap informasi yang diterimanya turut memengaruhi kebijakan tersebut.
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Kamsi, M.A. sebagai Ketua Sidang, dengan Amad Rafiq, S.Ag., M.A., Ph.D. sebagai Sekretaris Sidang. Promotor dalam penelitian ini adalah Prof. Dr. Ibnu Burdah, S.Ag., MA., sedangkan Co-Promotor adalah Dr. Mohammad Yunus.
Gelar doktor ini menambah daftar pencapaian Aprilia Restuning Tunggal sebagai akademisi di bidang Kajian Timur Tengah, sekaligus memperkaya khazanah studi Islam di Indonesia, khususnya dalam memahami hubungan bilateral Indonesia-Mesir